Latest Post

Hari Santri 2020

Written By http://www.sditjtm-thariq.com/ on Thursday, 22 October 2020 | 07:22

 









🌺🌺 ✿⊱•┈┈•
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بسم الله والحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله و صحبه ومن وله
اشهد ان لا اله الا الله واشهد ان محمد عبده ورسوله
Kebesaran suatu bangsa pastinya bukanlah andil dari satu kelompok saja bukan hasil perjuangan dari satu kelompok tertentu,tapi kebesaran peradaban suatu bangsa merupakan hasil kerjasama dan kolaborasi dari seluruh komponen perjuangan yang ada di dalamnya.
Dalam sejarah Indonesia kalangan santri adalah satu entitas yang tidak bisa kita abaikan begitu saja keberadaannya.
Perjuangan mereka sudah berlangsung bahkan sebelum bangsa ini menyatakan kemerdekaannya.
Maka dalam kesempatan baik ini izinkan kami menyampaikan SELAMAT HARI SANTRI tetaplah menjadi patriot sejati pionir bagi perkembangan peradaban di negeri dan bangsa yang kita cintai ini
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
--------------------------------
PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU
SDIT Thariq Bin Ziyad Jatimulya
2 - 21 November 2020
--------------------------------
📞Call Center /WhatsApp :

Hari Guru Sedunia 2020, Mendikbud: Peran Guru Sangat Mulia

Written By http://www.sditjtm-thariq.com/ on Wednesday, 14 October 2020 | 11:22



Hari Guru Sedunia 2020, Mendikbud: Peran Guru Sangat Mulia


GTK Dikdas - Memperingati Hari Guru Sedunia, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim mengapresiasi para guru yang masih berdedikasi tinggi, terutama saat menghadapi masa pandemi Covid-19.


“Unesco melaporkan sekitar 1,6 miliar peserta didik dan 63 juta guru di seluruh dunia terdampak dari penutupan sekolah. Kita masih melihat kiprah luar biasa dengan segala keterbatasan guru memilih untuk melanjutkan belajar daripada murid tidak mendapatkan pembelajaran sama sekali,” kata Nadiem menyambut pembukaan Hari Guru Internasional, Kamis (8/10/2020).

Nadiem mengatakan, peran guru sangat mulia, tidak hanya memastikan kelangsungan pembelajaran, tapi juga mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan murid.

Tidak hanya bekerja sendiri, tapi bergerak secara kolektif demi menemukan solusi, inovasi belajar mengajar yang memudahkan, tidak hanya bagi murid, tapi juga orang tuamurid.

“Kepemimpinan para guru pada masa sulit, kesanggupan para guru untuk menyiapkan masa depan bagi murid, bahkan termasuk pada kelompok rentan patut kita berikan penghargaan yang setinggi-tingginya,” kata Nadiem.

Melihat ke depan, setelah masa pandemi Covid-19, guru bisa mengambil hikmah dengan menerapkan dan memanfaatkan teknologi untuk memaksimalkan kemampuan mengajar.

“Kemendikbud juga menghadirkan berbagai kebijakan dan program bagi para guru seperti Guru Belajar untuk semua jenjang pendidikan untuk membantu guru melakukan pembelajaran jarak jauh sesuai dengan kondisi pandemi,” paparnya.

Kemendikbud sudah melakukan pelatihan kepada 60.000 guru untuk pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi agar guru makin mahir memanfaatkan teknologi dalam mengajar.

“Belajar dan bergai adalah kunci agar dapat menghadapi tantangan bersama, tanpa adanya belajar dan berbagi mustahil mengatasi semua masalah yang kita hadapai terutama di masa pandemi,” sambungnya.

Nadiem mengajak seluruh insan pendidikan untuk menjadikan pandemi ini sebagai ‘laboratorium’ bersama untuk menemukan solusi dan inovasi.

“Karena sudah saatnya kita menata ulang pendidikan, melihat lebih jauh apa yang sebetulnya dibutuhkan murid dan guru, apa yang dibutuhkan bangsa ini agar mampu melakukan lompatan-lompatan ke depan,” pungkas Nadiem.


Lilin Pancasila Menyala di Tengah Pandemi Covid-19

Written By http://www.sditjtm-thariq.com/ on Monday, 5 October 2020 | 09:00




Lilin Pancasila Menyala di Tengah Pandemi Covid-19


GTK Dikdas - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI merayakan Hari Kesaktian Pancasila pada Kamis (1/10/2020).


Mendikbud Nadiem Anwar Makariem menyebut, Pancasila masih menjadi pegangan hidup bangsa dan masih ‘menyala’ dalam segala aktivitas masyarakat terutama di masa pandemi Virus Corona.

“Di masa pandemi seperti sekarang mungkin terasa sulit membayangkan sisi positif dari bencana yang melanda, karena pandemi ini kita secara bersamaan mengalami krisis kesehatan, krisis ekonomi, dan krisis pembelajaran. Tapi, di saat dulit seperti ini sila-sila Pancasila justru terlihat jelas mendarah daging di masyarakat kita,” kata Nadiem dalam pidato Hari Kesaktian Pancasila, Rabu (29/9/2020).

Nadiem menjelaskan, begitu banyak pahlawan pancasila yang menyalakan liln-lilin kemanusiaan di lingkungannya masing-masing.

“Lilin Pancasila terlihat menyala dalam pengorbanan tenaga medis yang mempertaruhkan nyawa setiap hari untuk menangani pasien Covid-19. Termasuk sudah ada ribuan mahasiswa yang kesulitan dengan tantangan pembelajaran daring menyalonkan dirinya sebagai sukarelawan dalam penanganan Covid-19,” imbuhnya.

Lilin Pancasila juga menyala dalam kepemimpinan di masa krisis pada pemimpin-pemimpin di sektor pemerintah dan swasta yang berani mengambil risiko dan bergerak cepat untuk mengurangi penderitaan masyarakat.

“Kemudian melihat ribuan pemilik usaha kecil yang mengorbankan labanya untuk mempertahankan karyawannya walaupun pelanggan lenyap. Melihat pemimpin umat di tempat ibadah yang menggalangkan dana untuk membantu rakyat yang agamanya berbeda dari dirinya,” tambahnya.

Lilin Pancasila juga menyala saat seniman-seniman se-Nusantara dalam kondisi ekonomi terpuruk masih menyelenggarakan pertunjukan seni secara daring, oleh guru-guruyang mendatangi rumah pelajar di daerah terpencil agar mereka masih bisa belajar.

“Pada hari ini kita mengingat sejarah kita. Kita bisa menyadari bahwa kesaktian Pancasila terus mendarah daging di generasi kita. Di masa krisis seperti ini lilin pancasila menerangi di mana-mana,” lanjut Nadiem.

Nadiem berpesan, Pancasila sebagai pusaka negara Indonesia agar tetap menyala di hati kita masing-masing dalam setiap perbuatan kecil dan besar yang bisa kita lakukan bagi sesama.


Perubahan dalam Dunia Pendidikan Perlu Dilakukan

Written By http://www.sditjtm-thariq.com/ on Monday, 15 June 2020 | 10:51

 





Perubahan dalam Dunia Pendidikan Perlu Dilakukan

GTK Dikdas, Jakarta –  Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Iwan Syahril mengatakan perubahan dalam dunia pendidikan perlu dilakukan. Pasalnya, setiap zaman pasti akan mengalami perubahan.

Saat ini perubahan berjalan begitu cepat, seiring dengan percepatan perkembangan teknologi dan informasi.

“Pendidikan di seluruh dunia termasuk Indonesia sejak tahun 2000 atau pada abad ke-21 mulai banyak diskusi soal “new normal”. Ini artinya perubahan diperlukan dalam dunia pendidikan bahwa ke depan dunia akan berbeda dan akselerasi perkembangan tekonologi komunikasi dan informasi sangatlah cepat,” ujar Dirjen GTK Iwan Syahril pada Webinar yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah (LPPKSPS), Selasa (9/6/2020).

Webinar yang bertemakan Kesiapan dan Adaptasi Kepemimpinan dan Manajemen Sekolah Menyongsong “New Normal” ini diikuti oleh 150 orang kepala sekolah, 75 orang pengawas sekolah, 25 orang widyaiswara, dan 25 orang dari dinas pendidikan yang mengikutinya melalui aplikasi Zoom  serta para penonton yang melihat melalui  live streaming di akun YouTube LPPKSPS TV.

Menurut Iwan dengan adanya pandemi Covid-19 ini memberikan hikmah dan pembelajaran tersendiri, yakni mempercepat dorongan kita semua untuk melakukan perubahan, yakni dengan melakukan sesuatu yang baru dalam dunia pendidikan.

“Jadi sebenarnya dorongan untuk new normal sudah lama sekali, saat pendidikan masih terjebak dengan kenormalan yang sudah kadaluarsa. Kita sudah masuk revolusi industri 4.0, tapi dalam dunia pendidikan masih terjebak pada 2.0,” ujarnya.

Maka itu, menurut Iwan perubahan dalam dunia pendidikan perlu segara dilakukan untuk mengejar ketertinggalan. Jika tidak segara melakukan perubahan maka kehadiran sekolah akan dipertanyakan, apakah benar-benar mampu mempersiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan zaman.

Lebih lanjut Iwan mengutip apa yang disampaikan oleh Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara bahwa peran pendidikan sangat penting untuk menjemput tantangan zaman.

Ki Hajar Dewantara mengatakan bahwa  pendidikan adalah tempat bersemayamnya benih-benih kebudayaan.  Kebudayaan di sini memiliki  arti  peradaban. "Peradaban apa yang ingin kita bentuk ini merupakan pekerjaan paling penting adalah pendidikan. Apa  yang dikerjakan di pendidikan bukan sekadar pekerjaan tapi pekerjaan untuk meletakkan pondasi peradaban bangsa," ujarnya menambahkan.

Untuk menyikapi perubahan menurut Ki Hajar kita perlu melihat dua hal.  Pertama adalah kodrat alamnya dan kedua kodrat zamannnya. Iwan menjelaskan kodrat alam merupakan  tempat di mana masyarakat berada. Dan  itu sangat mempengaruhi bagaimana kebudayaan dibentuk dan apa perubahan yang harus dilakukan dan dibutuhkan. Meskipun alamnya sama tapi zamannya berbeda akan membawa tuntutan perubahan yang berbeda pula.

"Dialog antara kodrat alam dan kodrat zaman akan selalu timbul dan  kita sebagai pendidik menyikapinya harus dengan bijaksana," ujarnya.

Menurut Ki Hajar untuk urusan menajemen perubahan bisa terus melakukan adaptasi. Itu merupakan hal yang penting dan itu merupakan fitrah dari semesta. Maka itu perubahan  merupakan hal yang fundamental dalam pendidikan. "Dalam konteks new normal ini kita memilki mimpi adalah menjadi negara maju, negara yang sejahtera lahir dan batin," ujarnya.

http://pgdikdas.kemdikbud.go.id/read-news/perubahan-dalam-dunia-pendidikan-perlu-dilakukan

Mendikbud: Keselamatan dan Kesehatan Insan Pendidikan di Masa Pandemi Jadi Prioritas Utama

Written By http://www.sditjtm-thariq.com/ on Monday, 18 May 2020 | 08:30




Mendikbud: Keselamatan dan Kesehatan Insan Pendidikan di Masa Pandemi Jadi Prioritas Utama


GTK Dikdas - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim  mengatakan bahwa keselamatan dan kesehatan para insan pendidikan di masa pandemi Covid-19 menjadi prioritas utama pemerintah. Maka sejak awal, Kemendikbud langsung melakukan strategi belajar dari rumah dalam upaya  pencegahan penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) secara luas.


"Semenjak awal pandemi, kami langsung menerapkan program Belajar dari Rumah sebagai kebijakan nasional. Kerangka peraturan juga dibuat jauh sebelum perusahaan-perusahaan menerapkan bekerja dari rumah dan melakukan usaha pencegahan lainnya. Kami mengambil pendekatan berbasis keutamaan dalam membuat keputusan, dan keputusan pertama yang diambil adalah mengutamakan kesehatan. Keselamatan guru, siswa, dan orang tuanya merupakan prioritas utama kami,"  jelasnya pada Konferensi Pers Internasional "Adaptasi Pendidikan Selama Covid-19", di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (14/5/2020).

Mendikbud mengatakan Indonesia memiliki sistem pendidikan terbesar keempat di dunia dengan populasi guru  sebanyak 2,7 juta orang dan 45,3 juta siswa. Dengan jumlah yang sebanyak ini, dan dengan kondisi geografi yang berpulau-pulau maka upaya  penanganan dampak Covid-19 di dunia pendidikan menjadi tidak mudah dan tidak mungkin diseragamkan.

Kendati demikian, pemerintah terus bekerja sama dengan pemerintah daerah serta berbagai pihak untuk memastikan masa transisi pembelajaran di sekolah menjadi belajar dari rumah dapat berjalan sebaik mungkin.   

Nadiem mengatakan bahwa memang pembelajaran di masa pandemi tidak mudah.  Tapi Kemendikbud tidak lantas menyerah. Kami terus berupaya sekuat tenaga untuk memastikan pembelajaran tetap terjadi.

"Harus diakui situasi ini tidak optimal dan pencapaian pendidikan tidak akan sama pada saat krisis Covid-19 ini terjadi di Indonesia dan di negara lain di dunia. Oleh karena itu, kenyataan tersebut harus diterima dan berusaha mengurangi dampaknya sebanyak mungkin. Kemendikbud terus melakukan segala daya, siang dan malam untuk mencoba memperbaiki situasi ini," ungkapnya.

Namun, menurut Mendikbud  masa krisis ini menjadi momentum melakukan observasi guna mendapatkan umpan balik di lapangan. Kemendikbud terus berupaya menyediakan beragam solusi untuk memastikan setiap satuan pendidikan melakukan apa yang terbaik bagi mereka. Sekaligus mendorong terjadinya eksperimen guna menemukan pendekatan-pendekatan baru dalam pendidikan di masa depan.

"Kemendikbud harus mengambil bagian untuk membantu menghadirkan pemahaman mengenai apa kunci utama keluar dari krisis ini dan bagaimana berpartisipasi dalam hal itu," ujar Nadiem.  

Selanjutnya, prioritas Kemendikbud adalah meningkatkan fleksibilitas penggunaan anggaran sekolah untuk menangani krisis. "Hal pertama yang dilakukan adalah dengan memberikan anggaran (Bantuan Operasional Sekolah) yang dikirimkan dari pemerintah pusat kepada sekolah-sekolah agar dapat digunakan untuk membeli alat kesehatan dan kebersihan diri, juga pulsa/data seluler untuk mendukung aktivitas pembelajaran termasuk pembelajaran daring," jelas Nadiem. 


JSIT Dukung Pemerintah Batalkan UN 2020

Written By http://www.sditjtm-thariq.com/ on Thursday, 26 March 2020 | 12:46

Surabaya (26/03) --- Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia merespon baik keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), yang Selasa (24/03/2020), menerbitkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020, tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (Covid-19), termasuk diantaranya Pembatalan Pelaksanaan UN 2020.

Ketua Umum JSIT Indonesia Mohammad Zahri mengatakan penghapusan UN 2020 di tengah kondisi merebaknya Covid-19 adalah langkah yang sangat tepat dilakukan Mendikbud.

"Saya menilai langkah yang dilakukan Mas Menteri ini sangat tepat, mengingat kian meluasnya virus Corona di tanah air, sehingga upaya menjaga keselamatan jiwa warga sekolah harus diprioritaskan", ungkapnya.

Lebih lanjut, pria asal Surabaya ini menyatakan, pembatalan UN 2020 yang disebabkan wabah Corona ini, maka siswa harus tetap belajar jarak jauh atau daring, sehingga memerlukan kreativitas, serta tanggungjawab guru dan sekolah.

"Dampak meluasnya wabah Corona, hingga membuat sekolah memperpanjang masa belajar di rumah, akan mendorong para guru dan kepala sekolah lebih mandiri dan kreatif, untuk merancang pembelajaran jarak jauh atau daring", tegas pria berkacamata ini.

Meski UN dibatalkan, lanjut Mohammad Zahri, Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang selama ini didengungkan menjadi pengganti UN pun sebaiknya ditunda dulu untuk tahun ini. Hal ini, menurutnya karena belum ada arahan yang jelas dari Pusat.

"AKM yang sebelumnya sempat diwacanakan sebagai pengganti UN di tahun 2021, menurut hemat saya sebaiknya tidak ada untuk tahun ini, karena membutuhkan persiapan yang cukup memakan waktu," tuturnya.

Selain AKM, salah satu rencana yang juga diwacanakan sebagai pengganti Ujian Nasional adalah SK (Survey Karakter).

Menurut Zahri, hal ini bisa diserahkan ke masing-masing satuan pendidikan sesuai pengembangan karakter yang sudah diterapkan. Dengan begitu, satuan pendidikan akan berlomba-lomba menunjukkan keunikkannya dalam pengembangan karakter yang dibutuhkan masyarakat.

Sementara itu menyikapi kondisi wabah Corona yang kian meluas, JSIT Indonesia membentuk Tim Tanggap Bencana Covid-19 yang bertujuan untuk berperan aktif dalam penuntasan wabah virus corona, dengan memfasilitasi adanya pelayanan pendidikan, konseling dan pendampingan bagi siswa dan wali murid serta penguatan kelembagaan bagi sekolah dan guru yang terdampak dengan merebaknya virus Corona ini.

Tim ini nantinya juga akan terlibat aktif memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya guru dan wali murid. Edukasi akan dilakukan dengan tetap menjaga protokol pencegahan guna mempercepat penanganan wabah corona yang menimpa bangsa ini.

http://jsit-indonesia.com/2020/03/jsit-dukung-pemerintah-batalkan-un-2020/

PMI NYABA BOCAH KOLAAN

Written By http://www.sditjtm-thariq.com/ on Thursday, 28 November 2019 | 06:48





Program PMI Kabupaten Bekasi kali ini bernama PNBK yaitu PMI Nyaba Bocah Kolaan, bahasanya Bekasi banget yah teman-teman. Mungkin tujuannya agar masyarakat Bekasi lebih familiar dan lebih mengakar.

Sedangkan PMI hadir tidak setiap saat di masyarakat, karena PMI biasanya datang ke masyarakat pada saat terjadinya bencana atau musibah saja. Maka masyarakat harus lebih dekat dan mengenal lagi tentang kegiatan PMI.

Terlebih lagi masyarakat pendidikan dalam hal ini sekolah termasuk di dalamnya para guru, para  siswa dan orangtua siswa yang merupakan bagian penting dalam masyarakat.

PNBK kali ini mengunjungi salah satu Sekolah Islam Terpadu di Jatimulya Tambun Selatan, tepatnya SDIT Thariq Bin Ziyad yang beralamat di jalan Melati Ujung, persis samping Tol Jakarta-Cikampek KM.17 berda di sebelah Selatan.

Sekolahnya megah siswanya banyak dan program pendidikannya juga lengkap. Mulai dari program kurikuler, kokurikuler maupun ekstra kurikuler. PNBK masuk ke SDIT Thariq Bin Ziyad Jatimulya melalui program ekstra kurikuler wajib yaitu Pramuka.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sepekan sekali yaitu setiap hari Kamis. Pada Kamis kemarin (27/11) Team PNBK yang beranggotakan 12 orang, dibawah koordinasi pak Achmad Syarif sebagai ketua manajemen markas PMI Kabupaten Bekasi berkunjung ke SDIT Thariq Bin Ziyad Jatimulya.

Kegiatan diawali dengan pembelajaran di kelas masing-masing yaitu mulai dari kelas 4A, 4B, 4C, 4D, 5A, 5B, 5C, 5D, dan 5E. Mereka bertugas masuk kelas tersebut memberikan pengajaran dan pengalaman dalam tugas ke-PMI-an.

Para siswa antusias menyimak penjelasan para pengurus/anggota relawan PMI tersebut, apalagi dengan adanya alat peraga dan media yang di bawa tentang PMI dan kegiatannya, para siswa semangat untuk menimba ilmu tentang Palang Merah Indonesia (PMI).

Setelah selesai kegiatan di kelas, kegiatan tahap kedua adalah klasikal di lapangan terbuka untuk mendengarkan penjelasan cara mencuci tangan yang benar, ada enam tahap melakukan cuci tangan yang benar sambil diiringi lagu "baby sake" dan ditemani badut PMI junior para siswa antusias mengikuti irama, gerakan dan lagu yang menerangkan enam tahapan mencuci tangan yang benar.

Rara nama panggilan murid kelas 5A yang dimintai kesan-pesannya oleh pihak media PNBK mengaku senang dalam acara tersebut dan mendapatkan ilmu tentang darah, kebencanaan dan cara merawat luka yang benar. Sementara itu perwakilan dari guru berharap program yang bermanfaat seperti  itu atau sejenisnya dari PMI bisa diadakan kembali dan Thariq Bin Ziyad selalu siap menjadi mitra bagi lembaga yang ada yang tujuannya untuk menjadikan siswa agar lebih baik dan lebih shaleh serta cerdas.[DM]


















 
Support : www.thariq.com | reDesign by : adi-tbz
Copyright © 2014. SDIT Thariq Bin Ziyad - Jatimulya - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger