Latest Post

Karang Pamitran Nasional - Pramuka SIT

Written By SDIT TBZ Jatimulya on Minggu, 27 November 2016 | 17.00


Pramuka SIT Gelar KARANG PAMITRAN Nasional II Sekaligus Milad Ke-3 Di Buperta Cibubur


pramuka-1

















JAKARTA – Satuan Komunitas Pramuka Sekolah Islam Terpadu (SAKO PRAMUKA SIT) menggelar Karang Pamitran Nasional II sekaligus peringatan Milad ke-3 pada 24-26 November ini di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta. Sebanyak 395 peserta dari 24 Provinsi yang terdiri dari 285 laki-laki dan 110 wanita mengikuti kegiatan ini. Hadir dalam kegiatan ini, Ketua Kwartir NasionalDR. Adhyaksa DaultKetua Majelis Pembimbing Sako Pramuka SITDrs. Sukro Muhab, M.SiKetua Sako Pramuka SITAhmad Fikri, S.Pd, Tokoh perempuan sekaligus publik Figur, Neno Warisman dan para Pengurus dan Ketua-ketua wilayah JSIT di seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Adhyaksa mengapresiasi SAKO PRAMUKA SIT yang sungguh-sungguh melakukan pembinaan generasi muda melalui gerakan Pramuka di Sekolah Islam Terpadu.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kak MABISAKO yang betul-betul punya tanggung jawab dan serius, bersama Kak PINSAKOnya Sekolah Islam Terpadu untuk mengurus dan membina daripada Sekolah Islam Terpadu ini,” ungkapnya mengawali sambutan yang berapi-api.
“Dalam tiga tahun saja Sako Pramuka SIT sudah majunya luar biasa. Insya Allah nanti akan tampil dari Sekolah Islam terpadu pemimpin yang bertakwa di masa depan. Kita butuh Pemimpin bertaqwa, kita butuh orang-orang yang satu kata dengan perbuatan, kita butuh orang-orang yang bersih fikiran, perkataan dan perbuatan.” tegasnya menambahkan.

pramuka-2
Para Pengurus Pusat dan Wilayah JSIT Indonesia dalam kegiatan Milad ke-3 SAKO PRAMUKA SIT di Buperta Cibubur, 25 November 2016

Selain memotivasi untuk menjadi pemimpin masa depan yang memiliki kebanggaan terhadap Islam, Adhyaksa juga sempat memberikan beberapa pesan kepada Pramuka SIT yakni, PertamaJangan Pernah Rendah diri dan jangan pernah sombong. Adhayksa meyakinkan peserta upacara agar bangga sebagai muslim, bangga sebagai anggota Pramuka yang sekolah di Sekolah Islam Terpadu, sekaligus tidak sombong. KeduaPelajari sejarah Islam dan Indonesia. Menurutnya, orang yang lahir ke dunia ini bila tidak mau melihat masa lalu maka ia akan menjadi bayi seumur hidup. KetigaBuka jejaring. Jejaring artinya membuka relasi bukan hanya di Indonesia saja, tapi ke luar negeri. Melanjutkan relasi yang lebih luas.
“Kalau bergaul jangan cuma saat jambore, perkemahan saja. Terus bergaul, ta’aruf, tafahum, takaful….,” ungkap Adhyaksa, memberikan penjelasan.
Keempatgunakan teknologi informasi, sosial media sebaik mungkin. Menurutnya, saat ini terjadi perang terbuka, perang informasi. Pramuka harus memberikan informasi-informasi yang benar untuk melawan berita-berita kemungkaran. Adhyaksa meminta agar menyebarkan kegiatan-kegiatan Pramuka SIT di sosial media, sehingga masyarakat tahu bahwa Pramuka SIT memiliki keunggulan.

pramuka-3
Peluncuran roket ala SAKO PRAMUKA SIT oleh Adhyaksa Dault, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka

Selain Adhyaksa Dault, Neno Warisman berkesempatan memmberikan sosialisasi Gerakan Ibu Negeri (GIN), sebuah gerakan para wanita Indonesia yang mencintai negeri Indonesia. Bunda Neno, begitu sapaan akrab Neno Warisman, kini tengah berjuang bersama para wanita negeri yang tergabung dalam GIN ini untuk menyelamatkan anak-anak bangsa dengan kasih sayang orang tua, ibu dan juga ayah. Pada kesempatan ini, Neno Warisman juga me-launching lagunya tentang cinta seorang ayah.
Dalam kegiatan Milad ke-3 Sako Pramuka ini diikuti oleh 1.450 penggalang, yang mengikuti Kemah Penggalang Nasional. Mereka adalah siswa-siswi Sekolah Islam Terpadu yang berada di wilayah sekitar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

I Love My Teacher

Written By SDIT TBZ Jatimulya on Kamis, 24 November 2016 | 18.10




KENAPA SANG GURU

🤗Kenapa Sang Guru Awet Muda...
Karena selalu bekerja dengan kebahagiaan serta ketulusan saat mendampingi siswa yang dinamis..

🤗Kenapa Sang Guru Selalu selamat...
Karena tiap pagi menyambut anak dan siswa mendoakan dg "Assalamu'alaikum"nya...

📚Kenapa Sang Guru banyak Amalannya...
Karena tiap saat ia dengan ikhlas menginfakkan ilmunya... pada siswanya

🏅Kenapa Sang Guru Sangat berjasa..
Karena kita semua hadir bisa membaca dan menulis serta berprofesi apapun karena jasanya..

😍Kenapa Sang Guru kelak dijanjikan Kebahagiaan olehNya..
Karena meski telah wafat ia masih dapat kiriman pahala karena amal jariah ilmunya yang diamalkan pd siswanya

🌹Maka .....
Berbahagialah wahai para guru...
Ibu Bapak akan dapat kemuliaan didunia dan akherat...
Dengan syarat kita menjalankan tugas diniati ibadah...
Serta dengan penuh kesabaran dan keikhlasan membimbing/mendampingi siswa yang diamanahkan pada kita..

🌟Semoga Allah memberikan kesehatan, kesabaran, ketulusan dan  keikhlasan bagi kita semua khususnya untuk Sang Guru..💞💐💝
Aamiin...

Salam buat Guru2


video



Bunda Neno Warisman: Siswa-Siswi Thariq Bin Ziyad, Jadilah Generasi Penakluk!

Written By SDIT TBZ Jatimulya on Jumat, 21 Oktober 2016 | 00.30

Bunda Neno Warisman: Siswa-Siswi Thariq Bin Ziyad, Jadilah Generasi Penakluk!


Dalam pemaparan pengalaman, ilmu dan materi parentingnya pada acara Seminar Parenting yang diadakan oleh SDIT Thariq Bin Ziyad (15/10/16). Bunda Neno Warisman menaruh perhatian kepada sekolah Thariq Bin Ziyad tersbeut. Beliau menyatakan bahwa nama Thariq Bin Ziyad adalah nama pahlawan besar, pahlawan Islam, dan Sang Penakluk. Sebagaimana kita tahu dalam sejarah bahwa Thariq Bin Ziyad masuk ke dataran Eropa yakni Andalusia di daerah Spanyol melalui benua Afrika dan melewati selat yang bernama selat Jabal Thariq atau Gibral Tark (bisa dilihat lewat peta ataugooglemap). Bunda berharap agar siswa-siswi dan alumni Thariq Bin Ziyad menajadi generasi penakluk.

Karakter kepemimpinan harus menonjol dalam kepribadian Sang Penakluk, untuk itu orangtua di rumah dan bapak serta ibu guru di sekolah harus mewujudkan pendidikan dan prilaku yang bermutu. Orang tua yang bermutu, ayah yang idola, yang merupakan lokomotif keteladanan. Ia lahir dan dilandasi dengan aqidah atau tauhid yang benar, akhlak yang mulia dan muamalah yang baik. Sedangkan ibu bidadari adalah ibu yang pandai menjaga harga dirinya dihadapan Allah, keluarga dan anak-anaknya.  Jika mulut ibu pedas maka harga diri anak akan rusak, ternodai dan lidahnya tidak lagi sakti.

Agar menjadi orang tua yang bermutu maka langkah awalnya adalah jadilah orang tua yang berilmu. Kecerdasan spiritual tidak kalah pentingnya dengan kecerdasan IQ atau intelektual. Dari sebelas game yang ada Bunda Neno mencoba menanyakannya kepada anak terlebih dahulu, kebetulan peserta Rebana Thariq Bin Ziyad yang berjumlah Sembilan itu diminta maju oleh bunda Neno di awal presentasinya. Mereka berdialog tentang berbagai hal mulai dari sekolah, teman, orangtua dan guru sampai masalah game online. 

Ternyata kita sebagai orang tua belum tentu  tau game online yang jumlahnya banyak itu. Inilah realitanya, kesenjangan atau perbedaan pengetahuan orang tua dan anak dari sisi ini saja sudah sangat bebeda, apalagi dari sisi yang lainnya. Misalnnya hobi, minat bakat, sudut pandang dan lain sebagainya. Oleh sebab itu jadilah hendaklah orangtua bersikap adil dan bijaksana. Ada tiga jenis orangtua yaitu otoriter, permisif dan dialogis. Begitu juga minat dan bakat anak juga berbeda-beda, termasuk gaya belajarnya. Ada yang auditory, ada yang visual dan ada yang kinestetis.

Oleh sebab itu bunda Neno Warisman mengulang-ulang dan menggaris bawahi pesannya yaitu kenali peserta didik kita dan dekati putra-putri kita agar mereka tumbuh dan berkembang seoptimalnya. Selain mengembangkan minat dan bakatnya, kecerdasan intelektual, emosional dan spiritualnya. Termasuk kecerdasan majemuk yang dimilikinya. Untuk itu maka dalam rangka mengoptimalkan manfaat positif dari adanya teknologi komunikasi dan informasi seperti saat ini, dan meminimilaisir dampak negatifnya antara lain kecanduan game online, atau lain sebagainya. 

Untuk itu diperlukan cara pandang (mindset) yang benar dari orangtua terhadap anak dan apa-apa yang ada disekelilingnya termasuk di dalamnya ada game online. Bahwa teknologi ibarat pedang bermata dua, bisa bermanfaat atau berbahaya bagi pendidikan anak kita. Oleh karena kita diperlukan beberapa tips antara lain: mengetahui jadwal  dan durasi  mereka berada di depan internet, berdialog dengan anak tentang hal-hal yang dihadapinya, membentengi anak dengan imunitas keimanan, ibadah harian dan akhlak/adab serta membangun kedekatan dengan anak baik dengan perkataan, sentuhan serta sarana komunikasi lainnya. 

Selain itu mengembangkan minat, bakat dan ‘fashion’nya sehingga kelak dikemudian hari dia benar-benar bermanfaat untuk dirinya, keluarganya, masyarakat dan bangsanya. Belajarlah dari filosofis atau kehidupan alam seperti pohon pisang, ia tidak akan mati pohonnya sebelum ia memiliki tunas baru, sebagai generasi pelanjutnya. Demikian sekelumit tentang paparannya yang disampaikan dengan penuh semangat dan gaya bahasanya, lengkap dengan bahasa tubuh (body language)-nya yang khas. Wallahu a’lam. [DM]




TJOT 2016

Written By SDIT TBZ Jatimulya on Kamis, 24 Maret 2016 | 18.34


Kegiatan Thariq Bin Ziyad Junior Out Bond 2016 yang diikuti oleh siswa kelas 1 dan 2 dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 22 Maret 2016 bertempat di Lubana Sengkol Outbond, Kampung Sengkol Setu, BSD - Tangerang.

TJOT 2016 mengangkat tema "Bersama membangun generasi mandiri, berani dan tangguh". Bapak dan Ibu guru didampingi oleh para instruktur dari tim Lubana Outbond yang sudah berpengalaman dan memiliki sertifikat internasional. 

Ada beberapa pos yang harus dilalui oleh para peserta, disetiap pos ada game yang harus diikuti mulai dari game dengan materi low impact sampai dengan high impact.
















Thariq Bin Ziyad Student Camp 2016

Written By SDIT TBZ Jatimulya on Senin, 22 Februari 2016 | 22.04




Untuk menumbuhkan kecintaan terhadap alam dan lingkungannya, juga melatih kedisiplinan dan kemandirian siswa maka SDIT Thariq Bin Ziyad Jatimulya - Tambun Selatan melaksanakan Thariq Bin Ziyad Student Camp 2016 di CAMPAS Adventure Camp Sentul City, Bogor - Jawa Barat. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 3 dan 4 dengan tema yang diangkat “Mencetak generasi, mandiri, disiplin dan mampu bekerjasama”. 

Thariq Bin Ziyad Student Camp atau TSC 2016 diadakan pada hari Jum’at, tanggal 19 Februari 2016 sampai dengan hari sabtu, tanggal 20 Februari 2016







Sekolah Islam Terpadu Harus Lahirkan Insan Robbani

Written By SDIT TBZ Jatimulya on Rabu, 10 Februari 2016 | 22.26

Ketua Dewan Pembina JSIT Pusat, Dr. Fahmy Alaydroes : "Sekolah Islam Terpadu Harus Lahirkan Insan Robbani"




Dr Fahmy Alaydroes, Ketua Dewan Pembina Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT), mengatakan, JSIT dibentuk agar sekolah dapat mendidik anak-anak dengan cara-cara yang diperintahkan Allah SWT atau menjadi Insan Robbani.

Fahmy berujar, konsep Islam terpadu yang dikembangkan sekolah-sekolah yang tergabung dalam JSIT merupakan sebuah model yang tepat untuk digunakan dalam dunia pendidikan.
Tujuan dari model yang tepat dan efektif adalah untuk menciptakan anak-anak yang mampu memimpin orang-orang muttaqin,” ujar Fahmy saat memberikan pengarahan dalam acara Seminar dan Sosialisasi Pemberdayaan Lembaga Pendidikan Sekolah Islam Terpadu dia di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Jumat (5/2).
Fahmy menuturkan, sekolah Islam terpadu tak hanya mendidik anak-anak untuk menjadi hebat dan pandai di dunia saja, tetapi juga untuk akhirat. Karena itu, kata dia, seluruh pengelola sekolah Islam terpadu harus dapat menyusun dan menyiapkan sekolah yang akan melahirkan generasi yang kuat.
Pembelajaran di sekolah Islam terpadu, kata dia, jangan sampai miskin stimulasi. Ia mengingatkan, “Tujuan utama sekolah Islam terpadu untuk membentuk karakter umat yang cerdas dan bertakwa,” ujar Fahmy.
Ketua Umum JSIT Indonesia Sukro Muhab mengatakan, pihak yayasan dan kepala sekolah Islam terpadu harus terintegrasi. Selama ini, kata dia, kepala sekolah telah banyak mendapatkan wawasan Islam terpadu, namun pihak yayasan belum. Menurut dia, perlu ada sosialisasi pengelolaan sekolah Islam terpadu bagi pengelola yayasan.
Dengan begitu, kata Sukro, ada terintegrasi yang baik antara yayasan dengan kepala sekolah untuk meningkatkan kualitas sekolah Islam terpadu. “Kepala sekolah sering melakukan kegiatan mendapatkan wawasan dengan pelatihan, sosialisasi konsep SIT, pemahaman yang sama juga harus didapatkan oleh yayasan sehingga dapat selaras dan semakin kuat untuk membumikan sekolah Islam Terpadu,” papar Sukro.
Ia menuturkan, sekolah Islam terpadu memiliki tiga kurikulum yang berbeda dengan sekolah lainnya. Sekolah Islam terpadu menggunakan kurikulum nasional, kurikulum kekhasan Islam terpadu, dan kurikulum pengembangan diri.
Dalam kurikulum kekhasan ini, guru dan siswa diharapkan dapat mempelajari pelajaran umum dengan memperluas wawasan keagamaan dan mengintegrasikannya dengan ajaran Islam. (Republika/Islamedia/RATNA AJENG TEJOMUKTI )

POMG SDIT TBZ Jatimulya Gelar Parenting Akbar Bersama KH. Taufiqurrahman, SQ.

Written By SDIT TBZ Jatimulya on Rabu, 03 Februari 2016 | 22.30

POMG SDIT Thariq Bin Ziyad Jatimulya Gelar Parenting Akbar Bersama KH. Taufiqurrahman, SQ.



Bekasi_(Media Iantajiyah Online). Sebanyak lima ratus lebih orangtua murid SDIT Thariq Bin Ziyad ikut serta dalam acara Parenting Akbar di SDIT Thariq Bin Ziyad pada Sabtu, 30 Januari 2016. Kegiatan ini merupakan acara puncak parenting yang diadakan secara berjenjang mulai dari tingkat Korlas (Kooordinator Kelas), Koordinator Jenjang (Korjen) yang diadakan secara rutin setiap bulan, triwulan atau semester, demikian pernyataan Kepala sekolah SDIT Thariq Bin Ziyad saat memberikan sambutan pembukaan di acara tersebut.

POMG setiap bulannya selalu mengadakan kegiatan antara lalin pengajian bulanan. Tujuannya adalah selain untuk menambah ilmu agama (Islam) juga untuk lebih meningkatkan kedekatan dengan sekolah dan guru agar bisa bersinergi dengan orangtua dalam mendidik putra-putrinya di SDIT Thariq Bin Ziyad. Sambutan dari POMG yang disampaikan oleh Ibu Endang, beliau sangat memberikan apresiasi kepada segenap orangtua murid SDIT Thariq Bin Ziyad Jatimulya yang telah membantu dan berkontribusi pada acara tersebut.

Ucapan terima kasih beliau juga khususnya kepada pada suami dari pengurus POMG yang telah mengizinkan istri-istrinya untuk aktif bersama POMG dalam menjalankan amanah pendidikan di Sekolah Islam Terpadu Thariq Bin ziyad. Semoga hal ini menjadi langkah awal untuk membangun segitiga emas kerjasama baik di rumah maupun di sekolah. Parenting Akbar tahun ini menghadirkan pembicara yang merupakan lulusan sarjana dan pasca sarjana Institut PTIQ Jakarta KH. Taufiqurrahman SQ.

Dalam acara Parenting Akbar yang dipandu oleh Bapak Manajer Pembinaan dan Qur'an LPIT Thariq Bin Ziyad Bapak Drs. H. Muhammad itu para peserta sangat antusias mengikuti acara yang bertema "Mendidik Anak Ala Rosulullah". Pembicara dengan penuh humor yang segar dan mendidik menjadikan peserta lebih semangat untuk mendengarkan paparan dan nasehat terutama terkait dengan akronim dari ANAK itu sendiri yakni A = Amanah, N = Nikmat, A = Akhlak  dan K = Kaaffah. Sampai pada sesi tanya jawab beberapa perwakilan orangtua banyak yang menyampaikan pertanyaan kepada narasumber.

Terkait dengan amanah yang diterima orangtua terkait dengan anaknya maka rosulullah mengajarkan kepada ummatnya untuk memberi nama yang terbaik, mengajarkan alkitab yakni al-quran dan assunnah serta menjadikan Rosulullah sebagai tauladan dala aqidah, ibadah dan akhlak. Semoga apa yang digulirkan oleh Lembaga dan Yayasan Thariq Bin ziyad yakni menguatkan simpul (A3B) Akhlak, Al-Qur'an, Akademik dan bahasa untuk menuju Trendsetter sekolah Islam Unggulan sebagaimana yang dicita-citakan akan tercapai secara bertahap dan berkelanjutan. Wallahu a'lam. [DM]
 
Support : www.thariq.com | reDesign by : adi-tbz
Copyright © 2014. SDIT Thariq Bin Ziyad - Jatimulya - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger