Latest Post

PMI NYABA BOCAH KOLAAN

Written By http://www.sditjtm-thariq.com/ on Thursday, 28 November 2019 | 06:48





Program PMI Kabupaten Bekasi kali ini bernama PNBK yaitu PMI Nyaba Bocah Kolaan, bahasanya Bekasi banget yah teman-teman. Mungkin tujuannya agar masyarakat Bekasi lebih familiar dan lebih mengakar.

Sedangkan PMI hadir tidak setiap saat di masyarakat, karena PMI biasanya datang ke masyarakat pada saat terjadinya bencana atau musibah saja. Maka masyarakat harus lebih dekat dan mengenal lagi tentang kegiatan PMI.

Terlebih lagi masyarakat pendidikan dalam hal ini sekolah termasuk di dalamnya para guru, para  siswa dan orangtua siswa yang merupakan bagian penting dalam masyarakat.

PNBK kali ini mengunjungi salah satu Sekolah Islam Terpadu di Jatimulya Tambun Selatan, tepatnya SDIT Thariq Bin Ziyad yang beralamat di jalan Melati Ujung, persis samping Tol Jakarta-Cikampek KM.17 berda di sebelah Selatan.

Sekolahnya megah siswanya banyak dan program pendidikannya juga lengkap. Mulai dari program kurikuler, kokurikuler maupun ekstra kurikuler. PNBK masuk ke SDIT Thariq Bin Ziyad Jatimulya melalui program ekstra kurikuler wajib yaitu Pramuka.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sepekan sekali yaitu setiap hari Kamis. Pada Kamis kemarin (27/11) Team PNBK yang beranggotakan 12 orang, dibawah koordinasi pak Achmad Syarif sebagai ketua manajemen markas PMI Kabupaten Bekasi berkunjung ke SDIT Thariq Bin Ziyad Jatimulya.

Kegiatan diawali dengan pembelajaran di kelas masing-masing yaitu mulai dari kelas 4A, 4B, 4C, 4D, 5A, 5B, 5C, 5D, dan 5E. Mereka bertugas masuk kelas tersebut memberikan pengajaran dan pengalaman dalam tugas ke-PMI-an.

Para siswa antusias menyimak penjelasan para pengurus/anggota relawan PMI tersebut, apalagi dengan adanya alat peraga dan media yang di bawa tentang PMI dan kegiatannya, para siswa semangat untuk menimba ilmu tentang Palang Merah Indonesia (PMI).

Setelah selesai kegiatan di kelas, kegiatan tahap kedua adalah klasikal di lapangan terbuka untuk mendengarkan penjelasan cara mencuci tangan yang benar, ada enam tahap melakukan cuci tangan yang benar sambil diiringi lagu "baby sake" dan ditemani badut PMI junior para siswa antusias mengikuti irama, gerakan dan lagu yang menerangkan enam tahapan mencuci tangan yang benar.

Rara nama panggilan murid kelas 5A yang dimintai kesan-pesannya oleh pihak media PNBK mengaku senang dalam acara tersebut dan mendapatkan ilmu tentang darah, kebencanaan dan cara merawat luka yang benar. Sementara itu perwakilan dari guru berharap program yang bermanfaat seperti  itu atau sejenisnya dari PMI bisa diadakan kembali dan Thariq Bin Ziyad selalu siap menjadi mitra bagi lembaga yang ada yang tujuannya untuk menjadikan siswa agar lebih baik dan lebih shaleh serta cerdas.[DM]


















PENCERAH HIDUPKU

Written By http://www.sditjtm-thariq.com/ on Monday, 25 November 2019 | 13:46




tak pernah menyerah
dengan rintangan yang datang
terus maju kedepan
untuk cerdaskan sang insan
meski halangan menghadang
kesulitan siap menerjang
hanya satu tujuan
ciptakan insan gemilang
                 keikhlasan membalut jiwa
                 tanpa harap balas dan jasa
                 bahagiakan nyata
                   jika tumbuh insan sempurna
do’aku hanyalah untukmu
sang pencerah hidupku
sungguh mulia dirimu
wahai engkau guruku
tak pantas aku berbangga
dengan diri yang lemah
semua ilmu yang ada
hanyalah dari-Mu ya ALLAH
                  do’aku hanyalah untukmu
                 sang pencerah hidupku
                 sungguh mulia dirimu
                 wahai engkau guruku
                 tak pantas aku berbangga
                 dengan diri yang lemah
                 semua ilmu yang ada
                 hanyalah dari-Mu ya ALLAH
tak pernah menyerah
dengan rintangan yang datang
terus maju kedepan
untuk cerdaskan sang insan



pencerah by JSIT




Untukmu Para Pahlawan Sejati, ..
Yang tulus mengabdi membangun Negeri ..
Untuk Pendidikan Para Putra Bangsa Pewaris Bumi Pertiwi, .. 


GEBYAR TALENTA SDIT THARIQ BIN ZIYAD JATIMULYA UNTUK HUT GURU NASIONAL

Written By http://www.sditjtm-thariq.com/ on Friday, 22 November 2019 | 13:36


Inilah sekilas Gladi Resik Genta EXPO 2019 hari ini>>>





Mengambil tema “Indahnya Pesona Zamrud Khatulistiwa” kegiatan Gebyar Talenta (GENTA) SDIT Thariq Bin Ziyad Jatimulya 2019 ini digelar selain menjadi agenda tahunan sekolah juga dalam rangka memperingati HUT Guru Nasional yang merupakan kado terbaik dari guru untuk para siswa dan orangtuanya. Menurut Ibu Prativi selaku penanggung jawab penampilan GENTA 2019 tidak mudah untuk mengarahkan peserta didik yang tampil bersama dalam sebuah kolosal drama musical. Perlu kesabaran, ketelitian, kesabaran dan keterampilan khusus untuk mempersiapkannya.

Tak heran maka kegiatan Gebyar Talenta tahun ini sudah dipersiapkan dari jauh-jauh hari di sela-sela kegiatan belajar mengajar. Kegiatan ini adalah berusaha menampilkan bagaimana keragaman seni budaya bangsa Indonesia baik seni Islami atau tradisional yang ada kemudian dirangkum dalam sebuah pertunjukan kolosal. Dalam waktu durasi kurang lebih 120 menit bagaimana kita bisa mengetahui dan menikmati ragam budaya bangsa khas zamrud khatulistiwa sehingga kita bisa lebih mencintai budaya bangsa dan lebih luasnya lagi adalah mencintai Indonesia.

Hari ini Jum’at 22 November 2019 adalah hari terakhir latihan dan glai resik untuk ditampilkan pada acara Gebyar Talenta (GENTA) besok (23/11/19) [DM]

TOBIZ ASIK 2019

Written By http://www.sditjtm-thariq.com/ on Thursday, 21 November 2019 | 13:31

SDIT THARIQ BIN ZIYAD JATIMULYA ADAKAN TOBIZ ASIK UNTUK MENGGALI POTENSI SISWA-SISWI TK DI BEKASI





Bertempat di kampus SDIT Thariq Bin Ziyad jalan Melati Ujung Perumahan Jatimulya, sekolah dengan fasilitas yang lengkap dan lokasi yang strategis, dekat tol dan tidak jauh dari kota/kabupaten karena letaknya yang persis di perbatasan kedua daerah, hari ini mengadakan ajang seni dan kreasi (ASIK) yang diikuti oleh sekitar 400 lebih siswa TK/RA yang berasal dari kabupaten dan kota Bekasi.

Thariq Bin Ziyad Jatimulya sebagaimana disampaikan oleh kepala sekolahnya, Bapak Ust. Supriyanto M. Hadi, Lc. merupakan sekolah Islam lengkap, karena dari sisi aspek akhlak, Al-Qur'an, akdemik dan bahasa semuanya dikembangkan di sekolah ini. Sehingga setiap potensi siswa dan calon siswa Thariq Bin Ziyad tidak perlu khawatir tidak dikembangkan, terutama potensi akhlak dan agamanya.

Selain itu menurut kepala sekolah ajang TOBIZ ASIK ini juga sebagai ajang untuk silaturahim antar TK/RA baik yang ada di kabupaten maupun kota Bekasi. Dengan ajang ini kita sebagai lembaga pendidikan Islam bisa menggali potensi yang nantinya akan dikembangkan di lembaga atau jenjang berikutnya dalam hal ini adalah tingkat SD.

Kegiatan ini menurut beliau merupakan bagian  dari ikhtiar lembaga yang dipimpinnya untuk menghadirkan kualitas pendidikan yang lebih baik, selain untuk menjaring calon siswa-siswi baru yang akan diterima pada tahun ajaran 2020-2021 yang penerimaanya sudah mulai dibuka sejak tanggal 11 November 2019 lalu.

Sekolah dan para donatur serta sponsor akan memberikan apresiasi kepada mereka yang berhasil meraih prestasi dalam ajang TOBIZ ASIK tersebut berupa total hadian pembinaan mencapai 5 juta rupiah, hadiah piala dari anggota DPR RI serta bingkisan sponsor yang akan diberikan pada ajang Thariq EXPO sehari sesudah TOBIZ ASIK yaitu pada Sabtu, 23 November 2019 di lokasi yang sama. [DM]







BUPATI BEKASI CANANGKAN PENDIDIKAN BERKARAKTER DI SEKOLAH-SEKOLAH

Written By http://www.sditjtm-thariq.com/ on Friday, 25 October 2019 | 07:10


BUPATI Bekasi Eka Supria Atmaja melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bekasi, melakukan pencanangan pendidikan berkarakter. Dia berharap pendidikan berkarakter dapat membentuk pendidikan yang unggul menuju Bekasi Baru Bekasi Bersih.
“Alhamdulillah tadi telah kita saksikan penampilan dari anak kita yang luar biasa. Tentunya saja ini semuanya berkat guru-guru yang luar biasa. Saya juga mengapresiasi kepada guru atau pendidik yang ada di Kabupaten Bekasi atas dedikasinya, semangatnya, untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Bekasi,” ujar Eka Supria Atmaja saat acara pencanangan di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, Cikarang Pusat, Rabu (23/10).
Untuk melengkapi upaya membentuk pendidikan karakter di Kabupaten Bekasi, Eka membuat Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 45 tahun 2019 tentang Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Karakter di Kabupaten Bekasi.
“Berbagai upaya telah dilakukan dalam rangka membentuk karakter anak didik sesuai dengan yang diharapkan. Semuanya, harus kita perbaiki. Urusan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ketenagakerjaan, serta ekonomi kreatif. Hari ini Disdik melakukan inovasi. Saya sudah mengeluarkan Perbup nomor 45 tahun 2019, mengenai Pendidikan Karakter di Kabupaten Bekasi,” paparnya.
Menurut dia, ada beberapa hal yang menjadi perhatian dalam pendidikan karakter. Pada setiap harinya proses belajar mengajar dilaksanakan mengikuti hari tematik yang sudah diprogramkan.
“Dengan hal ini diharapkan dapat mengembangkan karakter untuk anak- anak kita. Bapak dan Ibu sekalian, kebijakan lain adalah membawa makan dan minuman dari rumah, ini sudah kita terapkan. Dengan itu, kita juga dapat mengurangi sampah yang selama ini jadi masalah,” jelasnya.
Dalam acara tersebut, Bupati Bekasi sekaligus memberikan Surat Keputusan (SK) secara simbolis kepada 23 tenaga pendidik dan kependudukan Non ASN.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Carwinda menyampaikan, pendidikan harus sejalan dengan seluruh elemen guru dan orangtua di rumah. Nantinya akan ada penilaian yang dilakukan, sesuai dengan nilai pembangunan karakter itu sendiri.
“Pendidikan karakter ini harus sejalan dengan guru itu kan harus di gugu dan ditiru, artinya tidak hanya anak harus mengikuti perintah yang diberikan. Orangtua juga harus mendukung ini. Kita memberikan life skill,” katanya. (Adv)


https://koranbekasi.id/index.php/2019/10/25/bupati-bekasi-canangkan-pendidikan-berkarakter/

Hijrah Ke Dunia VUCA

Written By http://www.sditjtm-thariq.com/ on Saturday, 12 October 2019 | 08:00


Hijrah Ke Dunia VUCA



Selamat Tahun Baru 1 Muharrom 1441 H, pada seluruh bapak ibu guru yang memperingati tahun baru hijriyah, semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita semua. Menjadi seorang guru sangatlah mulia karena memiliki tugas mendidik anak-anak bangsa menjadi generasi terbaik pada zamannya. Peringatan 1 Muharrom dimaksudkan untuk mengambil spirit hijrahnya Nabi Muhammad SAW, yang berhasil melakukan lompatan besar dalam tata kelola kehidupan baru umat manusia dengan modal iman dan taqwa. Iman dan taqwa telah berhasil diubah menjadi energi dan kinerja extra ordinary.
Pada era revolusi industri 4.0 dan datangnya dunia VUCA, untuk mengejawantahkan keimanan dan ketaqwaan menjadi kekuatan yang dapat menggerakkan kemajuan pendidikan, tentu dibutuhkan strategi yang berbeda. Superteam guru dan kepala sekolah, kreativitas, inovasi, dan sistem manajemen modern, merupakan faktor utama yang dapat menghasilkan lompatan besar melampaui situasi VUCA yang terjadi saat ini. Superteam yang aktif mengembangkan budaya berimajinasi tentang masa depan Indonesia, kemajuan dunia, posisioning serta kualitas sekolah yang akan diraih pada masa mendatang akan menghasilkan jurang kualitas.
Kesenjangan dan jurang yang ekstrim, dapat dipandang sebagai tantangan yang ekstrim dalam melakukan perubahan. Disinilah dibutuhkan skill untuk mengubah energi iman dan taqwa menjadi kekuatan extra ordinary dalam bentuk kinerja yang nyata, terencana, terukur, dan tersistem sehingga tantangan tersebut dapat diselesaikan dengan baik. Langkah ini akan menghasilkan kualitas dan diferensiasi distinktif serta daya saing yang tinggi, sehingga sekolah yang dikelola selalu diminati oleh masyarakat luas. Inilah jalan sekolah menuju hijrah yang sukses ke dunia VUCA: Volatility (bergejolak), Uncertainty (tidak menentu), Complexity (kompleks), dan Ambiguity (ambigu).


Mohammad Zahri
Ketua Umum JSIT Indonesia

sumber : https://jsit-indonesia.com/hijrah-ke-dunia-vuca/

Pelajaran Pendidikan Agama Wajib Tetap Ada

Written By http://www.sditjtm-thariq.com/ on Thursday, 10 October 2019 | 16:00

Pelajaran Pendidikan Agama Wajib Tetap Ada ( Peran Sekolah Dalam Membangun Manusia Indonesia yang Beriman )





Praktisi Pendidikan Setyono Djuandi Darmono menyarankan Presiden Joko Widodo untuk meniadakan pendidikan agama di sekolah. Pendidikan agama harus jadi tanggung jawab orang tua serta guru agama masing-masing (bukan guru di sekolah). Pendidikannya cukup diberikan di luar sekolah, misalnya masjid, gereja, pura, vihara, dan lainnya.
Menurut Darmono tanpa disadari sekolah sudah menciptakan perpecahan di kalangan siswa. Mestinya, siswa-siswa itu tidak perlu dipisah dan itu bisa dilakukan kalau mapel agama ditiadakan. Sebagai gantinya, pelajaran budi pekerti yang diperkuat. Dengan demikian sikap toleransi siswa lebih menonjol dan rasa kebinekaan makin kuat.
Saran yang sangat gegabah di sebuah negara yang berdasarkan Pancasila, yang mendudukkan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertamanya. Artinya seluruh sendi lainnya berupa ranah sosial, demokrasi, persatuan, dan kemanusiaan akan berhulu pada Tuhan. Ujarnya ingin mendidik budi pekerti, namun agama disarankan untuk dipisahkan dalam paruh waktu keberadaan anak bangsa di sekolah. Bukankan budi pekerti anak bangsa makin jauh dari ketinggiannya saat bahkan nilai-nilai agama dijauhkan dari hatinya, hanya diterima di ranah kognitifnya. Bagaimanalah lagi jika pendidikan agama ditiadakan diberikan di sekolah! Entah di bawah titik nadir mana nilai kemanusiaan bangsa ini akan makin terpuruk? Karena semakin siswa berhasil diterima pesan belajarnya dalam mata pelajaran pendidikan agama, maka akan semakin tinggi budi pekertinya, semakin menonjol dan kuat sikap toleransinya, dan semakin kuat persatuannya.
Manusia kali pertama hadir di alam rahimnya, sudah mengikatkan diri dengan PenciptaNya untuk selalu menjaga pengakuannya bahwa Tuhanlah yang menciptakan manusia yang akan lemah, hina dina tanpa pengakuan itu. Lalu sistem sosial menciptakan sekolah sebagai unit sekolah yang mentrasfer nilai-nilai yang akan membangun manusia untuk tetap menjadi manusia. Revolusi industri hingga tahap ini masih memerlukan sinergitas antar rumah, sekolah dan masyarakat untuk menghantar kualitas manusia untuk menghamba kepada Yang Menciptakan, dan bagaimana manusia tersebut mengkonstruk dirinya agar dapat membangun dirinya, keluarganya, dan masyarakatnya.
Di negara Indonesia tercinta ini keseluruhan pranata sosial tersebut masih membangun kualitasnya! Rumah masih terus diupayakan kualitasnya untuk menjadi tempat belajar siswa saat berada di rumah, sekolah masih terus ditata mutunya agar mampu melahirkan manusia yang meningkat keimanannya, ketaqwaannya dan akhlaq mulianya dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, dan masyarakatnya pun masih harus dibenahi banyak sisinya, sehingga ketiga bagian ini masih harus bersinergi membantu anak-anak bangsa mampu tumbuh dan berkembang menjadi manusia seutuhnya.
Rumah dalam hal ini keluarga, dibangun untuk mewujudkan penghambaan kepada Tuhannya. Anak yang tumbuh dalam keluarga yang menjalani nilai-nilai agama dengan benar akan tumbuh menjadi anggota keluarga dan masyarakat yang mensejahterakan lingkungannya dengan keshalihan amal ibadahnya.
Terselenggaranya sekolah-sekolah modern disebabkan oleh adanya perubahan sistem kehidupan politik. Alhamdulillah, kita berada di Negara yang berdasarkan Pancasila, dengan Undang-Undang Dasar 45 Pasal 31 yang berisi tentang Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlaq mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan kehidupan bangsa. Dengan demikian seharusnya sekolah-sekolah yang berada di wilayah NKRI tetap berpegang teguh pada tujuan fundamental yaitu terwujudnya ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Di sekolah-sekolah di wilayah NKRI berkiprah individu-individu yang bertanggungjawab pada tujuan tersebut, bukan malah menyerabutnya!
Demikian juga dengan masyarakatnya, negara dan masyarakat merupakan pengawas berjalannya sistem tersebut, bahkan negara memastikan setiap bagian sistem yang dikelolanya terdapat kesatuan tujuan untuk menghambat berbagai penyimpangan dari tujuan fundamen pendidikan tersebut. Justru negara harus membuang jauh-jauh semua saran yang menyimpangkannya!
Bagaimanakah entitas sebuah sekolah lewat pendidikan agama dapat menjadi medium yang efektif dalam membangun bangsa? Untuk melahirkan insan bertaqwa seperti yang tercanang dalam tujuan pendidikan nasional negara kita, diperlukan pemahaman, perasaan benar dan salah yang tumbuh dengan baik, dan perilaku yang menyertai pemahamannya tentang sosok manusia yang benar dan baik menurut agama yang dianutnya.
Karena sekolah adalah organisasi legal yang diselenggarakan untuk membangun kualitas generasi sebuah negara. Sebagai organisasi, sekolah berbicara tentang belajar secara terus-menerus demi peningkatan kompetensi (pengetahuan dan keterampilan) peserta didiknya. Timbulnya kompetensi tersebut adalah dari stimulasi yang berasal dari lingkungan, dan proses kognitif yang dilakukan oleh pembelajar. Di sekolah-sekolah, lewat mata pendidikan agama khusunya, peningkatan kompetensi diarahkan pada pencapaian tujuan pendidikan nasional yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kapada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, cerdas, berperasaan, berkemauan, dan mampu berkarya; mampu memenuhi berbagai kebutuhan secara wajar, mampu mengendalikan hawa nafsunya, berkepribadian, bermasyarakat dan berbudaya. Oleh karena itu setiap dan semua sekolah harus memahami tujuan tersebut yang harus diwujudkan dan mencapai kompetensi yang dibutuhkan untuk mewujudkan tujuan tersebut. Pencapaian kompetensi ini dapat dilakukan dengan berbagai cara. Dan pembelajaran yang dilakukan oleh sekolah pada dasarnya merupakan cara untuk mencapai kompetensi tersebut. Sekolah sebagai organisasi dengan seluruh perangkat dan sistemnya, baik pada skala nasional maupun di sekolahnya masing-masing mengupayakan lahirnya lulusan seperti tertera pada amanat Undang-Undang Dasar Negara Indonesia. Sehingga manalah mungkin meniadakan mata pelajaran agama di sekolah, di mana sesuai dengan karakteristiknya sekolah adalah organisasi yang di dalamnya berjalan sistem yang saling berpengaruh yang akan melahirkan tujuan pendidikan negara.
Tumbuhnya siswa-siswa sebagai manusia bertaqwa sesuai amanah UUD 1945, memerlukan medium yang kondusif untuk mewujudkannya. Sebagai makhluk sosial yang berada pada durasi waktu yang definitif pada penjadwalan yang berlaku secara nasional, maka minimal 1/3 waktunya siswa berada di sekolah. Baik waktu harian, dan waktu tahunannya. Maka sekolah akan punya peran besar dalam membentuk pola fikir, sikap dan perilaku siswa. Mari kita telusur peran sekolah sebagai medium dalam pembentukan manusia beriman.
Pertama, peran guru yang secara personal dan profesional mendapat legalitas dan legitimasi untuk tampil sebagai pihak otoritas yang tampil sebagai pihak yang dapat membimbing dan mengoreksi jika terjadi penyimpangan dalam proses dan capaian kompetensi dari jalannya proses pengajaran di sekolah. Generasi harapan bangsa yang mampu membanggakan bangsa, harus ditempa menjadi manusia-manusia beriman di lingkungan yang secara masif bergerak secara terorganisir dan nasional, salah satunya melalui mata pelajaran pendidikan agama.
Kedua, guru sebagai personal adalah pendidik yang mampu tampil sebagai role model pengejawantahan dari manusia-manusia beriman. Siswa butuh contoh untuk mencapai kompetensi tersebut. Di sekolah, sebagai medium sosial dan seiring dengan filosofi dan prinsip-prinsip pendidikan, guru sejatinya akan merasa untuk mendekat pada sosok-sosok pribadi yang tergambar sebagai manusia-manusia beriman yang tergambar khusunya pada mata pelajaran agama.
Ketiga, kompetensi manusia beriman sebagai instrumen utama dalam pembentukan karakter, dipengaruhi oleh lingkungan sekolah ( Megawangi, Pendidikan Karater untuk Membangun Masyarakat Madani, 2003 ). Sekolah adalah tempat strategis untuk mencapai tujuan pendidikan yaitu manusi yang beriman, karena anak-anak dari semua lapisan akan mengeyam pendidikan di sekolah. Anak-anak menghabiskan sebagian besar waktu di dekolah dan aktifitasnya untuk yang ada hubungannya dengan sekolah, sehingga apa yang didapatkannya di sekolah akan mempengaruhi pembentukan kompetensinya sebagai manusia yang beriman. Hal ini memperkuat alasan untuk tetap adanya mata pelajaran pendidikan agama, bahkan dapat dirambah lebih luas dari sisi kuantitas dan kualitasnya sehingga mampu membangun kehormatan negara.
Keempat, adanya mata pelajaran pendidikan agama merupakan jantung kehidupan sekolah sebagai medium sosial yang membangun peradaban. Bukan hanya pimpinan, guru, dan semua yang berada di sekolah, namun berpengaruh besar pada orangtua dan lingkungannya. Pengimplementasian dari muatan kurikulum akan mempengaruhi cara berfikir siswa yang akan dibawa ke rumah dan masyarakatnya, sehingga terjadi proses internalisasi nilai yang menguat dalam membangun negara menjadi negara yang Berketuhanan yang Maha Esa.
Dari beberapa ulasan di atas, semoga terjawab mengapa mata pelajaran pendidikan agama sejatinya kita jaga! Bahkan kita tingkatkan dari sisi kuantitas dan kualitasnya, bahwa pendidikan agama di seluruh sekolah di wilayah NKRI tercinta mampu melahirkan putra putri bangsa yang mampu membangun negara dan bangsanya dengan semangat persatuan, dan putra putri bangsa yang semakin memperindah kehidupan berbagsa dan bernegara ini dengan ketinggian budi pekertinya karena kekayaan pesan-pesan belajar yang diperolehnya di sekolah-sekolahnya!


Yanthi Haryati
Pengurus Pusat JSIT Indonesia


sumber : https://jsit-indonesia.com/pelajaran-pendidikan-agama-wajib-tetap-ada-peran-sekolah-dalam-membangun-manusia-indonesia-yang-beriman/
 
Support : www.thariq.com | reDesign by : adi-tbz
Copyright © 2014. SDIT Thariq Bin Ziyad - Jatimulya - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger