Home » » PRIMETIME 3 FASE KEHIDUPAN MANUSIA

PRIMETIME 3 FASE KEHIDUPAN MANUSIA

Written By Admin on Selasa, 23 Desember 2014 | 00.56


PRIMETIME 3 FASE KEHIDUPAN MANUSIA : BERIBADAH, BELAJAR DAN BEKERJA
Oleh : Dimyat, S.Ag.
(Guru SD, Humas LPIT TBZ & PGSI, Redaktur Majalah Sekolah Intajiyah)

Manusia menjadi salah satu dari 3 pelaku (subjek) utama dalam kehidupan di alam semesta ini. Selain dari manusia ada hewan dan tumbuhan dalam kehidupan alam dunia nyata, atau malaikat dan jin atau syaitan yang mewakili dunia alam ghoib. Dengan posisi atau maqom seperti itu maka sudah sepantasnyalah kita berkaca diri dan bertanya ; apakah kita sudah layak menjadi pemeran utama dalam alur peradaban manusia menuju tatanan dunia baru seperti sekarang ini ? Apakah tugas utama kita? Apa pedomannya?
Maka pantaslah bila Tuhan, yakni Allah Yang Maha Esa melebihkan derajat manusia di atas derajat makhluk yang lainnya. Seperti yang tersurat dalam firman-Nya “Dan sungguh Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna” QS. Al-Isro’ (17) : 70. Dalam ayat yang lain disebutkan “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku” QS. Adzariyat (51) : 56.
Namun kita sebagai manusia diingatkan jangan sombong  dulu, dengan julukan dan nasib seperti disebutkan di atas. Yang membedakan manusia dengan tumbuhan dan binatang ternyata pada hati, akal serta ibadahnya, karena diceritakan dalam suatu keterangan bahwa tumbuhan dan binatang juga sama-sama beribadah, tunduk, sujud menyembah Allah. Dibalik psisioning yang Allah berikan kepada kita tadi ada suatu ujian bagi kita, apakah kita benar-benar amanah atau tidak, adil atau tidak, benar-benar  sidiq atau kadib alias dusta, karena jika kita tidak amanah, jika kita tidak adil, dan jika kita dusta  bahkan mendustakan ayat-ayat-Nya, maka ‘maqom’ seperti di atas  bisa saja berubah 180 derajat sebagaimana dalam firman-Nya juga Allah nyatakan :
“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka mereka akan mendapatkan pahala yang tidak akan putus-putusnya, maka apa yang menyebabkan mereka mendustakanmu tentang hari pembalasan setelah adanya keterangan-keterangan itu? Bukankah Allah adalah hakim yang paling adil?” QS. At-Tiin (95) : 4-8. Atau dalam ayat yang lainnnya juga telah dijelaskan.
“Dan sungguh akan kami isi neraka Jahannam itu banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah), mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga, tetapi dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah) mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi, mereka itulah orang-orang yang lengah” QS Al-A’raf (7) : 179
Oleh sebab itu maka melalui judul tulisan ini penulis berharap semoga menjadi pengingat bagi penulis pribadi dan pembaca yang shaleh dan cerdas karena peringatan itu baik agar kita tidak tergolong orang-orang yang lalai seperti yang dinyatakan dalam ayat tadi di atas. Semoga juga mengingatkan pemirsa akan bahaya sebuah tayangan  televisi yang menjadi corong liberalisme dan strategi global untuk mendeskreditkan golongan tertentu. Mereka menyajikankan beritanya pada primetime yang tepat, padahal pada jam tersebut sedang saatnya bagi seseorang untuk melakukan 3 hal di atas ; beribadah, belajar atau bekerja.
Tidak 100% salah, tetapi kita menyadari itulah era sekarang dimana berita menjadi kebutuhan tersendiri dalam kehidupan ini, seolah kalau seharian tidak memperoleh berita rasanya ada sesuatu yang kurang dalam hidup ini, yang jadi persoalan adalah TV untuk saat ini ada yang menyebutnya zaman ‘ketidakpercayaan’ seperti sekarang ini maka sanad (perantara) berita menjadi sesuatu yang sangat penting , Televisi saat ini bukan satu-satunya sumber berita, masih banyak sumber lain yang bisa kita akses tanpa harus meninggalkan esensi dari beritanya itu sendiri bahkan bisa jadi lebih update dan lebih valid, tanpa meninggalkan krtiga primetime kehidupan kita tadi.
Siklus kehidupan seorang manusia juga mengalami tiga fase. Seperti yang kita saksikan dan banyak sekali orang mengalaminya serta dijelaskan secara langsung dalam firman-Nya : LEMAH-KUAT-LEMAH (KEMBALI) DAN BERUBAN.“Allah-lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudia Dia menjadikan (kamu) setelah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dan Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa.” QS. Ar-Ruum (30) : 54
Jadi 3 fase inilah yang harus benar-benar dioptimalkan untuk masa pendidikan anak, pendidikan ibadah sebagai dasar untuk karakter atau akhlak, penguatan keilmuan dan keterampilan sebagai pondasi untuk bekerja. Jika dalam dunia pendidikan ada istilah goldenage, pedagogik dan andregogik, maka dalam Islam fiqih islam ada masa dimana masa pra baligh, masa baligh atau masa dewasa, serta masa tua atau masa pikun. Sehingga cita-cita untuk mewujudkan generasi yang shaleh (islami), cerdas (smarta) serta mampu berkomunikasi dalam peradaban global (gaul) benar-benar bisa diwujudkan dalam keluarga, masyarakat dan bangsa ini.
Pedoma penting yang dibutuhkan sebagai pegangan agar keselamatan dan kebahagiaan hidup di alam dunia. Dan supaya berlanjut sampai ke alam akhirat kelak selain ada ayat suci juga ada ayat konstitusi atau peraturan, mulai dari peraturan RT-RW sampai NKRI. Bagi sebagian besar bangsa Indonesia memegang teguh agamanya dan berdasarkan konstitusi memang semua warga negara ini harus beragama  maka selain kita berpedoman kepada ayat-ayat konstitusi juga harus dibarengi dengan taat kepada ayat-ayat suci (Al-Qur’an) dalam hal ini umat islam sebagai mayoritas masyarakat di negeri ini, Wallahu a’lam [DM].
Sumber : kompasiana (Dimyat Aa Dym)
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : www.thariq.com | reDesign by : adi-tbz
Copyright © 2014. SDIT Thariq Bin Ziyad - Jatimulya - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger